Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Kisah hidupku

 Sejak duduk di bangku SMP, aku adalah seorang anak yang cenderung pendiam. Aku lebih suka menyendiri, membaca buku atau menulis di pojok kelas. Namun, kehidupanku tak pernah mudah. Karena aku anak dari dua guru SD yang merupakan PNS dan sangat dihormati di lingkungan kami, aku justru menjadi sasaran perundungan. Kata-kata seperti "sok pintar," "anak guru manja," dan ejekan lainnya menjadi makanan sehari-hari. Aku mencoba kuat, tetapi lama-lama luka itu menumpuk dalam diam. Di tengah kesepian dan tekanan, aku bertemu seorang kakak tingkat dari SMA. Ia perhatian, lembut, dan membuatku merasa dihargai. Kami menjalin hubungan selama satu tahun. Saat bersamanya, aku seperti menemukan rumah. Tapi perlahan sikapnya berubah. Dia mulai menjauh, dan akhirnya meninggalkanku demi laki-laki lain. Tanpa penjelasan yang layak, ia pergi. Hati ini hancur. Perasaan ditolak dan tak dihargai membuatku merasa tidak punya siapa-siapa. Kekecewaan itu membuatku memberontak. Aku berubah me...